Minggu, 04 Mei 2014

Analisis Dampak Perubahan Penerapan PSAK No. 16, 46, 50, 55, dan 60 terhadap Laporan Keuangan PT GoodYear


Aset tetap
Efektif pada tanggal 1 januari 2012, Grup  menerapkan PSAK no. 16 (Revisi 2011) “Aset Tetap” dan ISAK No. 25 “Hak Atas Tanah”
Asset tetap dinyatakan sebesar biaya perolehan termasuk pajak impor yang berlaku, bea masuk, biaya pengangkutan, biaya penanganan, biaya penyimpanan, biaya penyedian lokasi, biaya pemasangan, biaya upah tenaga kerja internal, dan estimasi biaya awal pembongkaran, pemindahan asset tetap dan restorasi lokasi asset tetap dikurangi akumulasi penyusatan.
Penyusutan dimulai sejat asset tetap mulai siap digunakan, dengan metode garis lurus berdasarkan estimasi manfaat ekonomis.

Dampak penerapan PSAK no.16 (Revisi 2011) dan ISAK No. 25 “Hak Atas Tanah”pada perusahaan yaitu :
Tidak memberikan dampak material pada laporan keuangan perusahaan.

Pengaruh pada laporan keuangan :
Perusahaan mengubah estimasi manfaat, asset tetap dengan mempertimbangkan perubahan kondisi dari aspek teknologi dan produktivitas. Pada pamugaran tanah masa manfaat menjadi 8-15tahun, Bangunan dan instalasi 5-20tahun, Mesin dan peralatan 3-8tahun, serta Peralatan dan perlengkapan kantor 5-10tahun. Perubahan estimasi masa manfaat tersebut berdampak pada penurunan beban penyusutan periode berjalan sebesar AS$. 228.420


Pajak Penghasilan

Efektif tanggal 1 Januari 2012, Grup menerapkan PSAK No. 46 (Revisi 2010), “Pajak Penghasilan” Grup juga menerapkan ISAK 20 “Pajak Penghasilan – Perubahan dalam Status Pajak Entitas atau Para Pemegang Saham”
Beban pajak suatu periode terdiri dari pajak kini dan pajak tangguhan. Beban pajak diakui dalam laporan laba rugi komprehensif, kecuali untuk pajak penghasilan yang berasal dari transaksi atau kejadian yang langsung diakui diekuitas.dalam hal ini, pajak penghasilan diakui diekuitas.

Dampak penerapan PSAK No. 46 (Revisi 2010) pada perusahaan :

Tidak memberikan dampak material pada laporan keuangan perusahaan.
Pengaruh pada laporan keuangan :
Pada Pajak Pertambahan Nilai perusahaan membebankan klaim atas pengembalian pajak sebesar AS$. 18.335 pada laporan laba rugikomprehensif atas kelebihan bayar pajak pada masa pajak Febuari 2011 - Oktober 2011.
Pada Pajak Penghasilan Badan perusahaan juga membebankan kurang bayar pajak untuk tahun 2010 sebesar AS$. 489.038 pada beban pajak.
Pada Bea Cukai perusahaan membayar kurang bayar bea cukai pada periode Juli 2009 sampai Desember 2010 pada Febuari 2012 dan Maret 2012 sebesar AS $. 574.618 dan AS$. 30.172. perusahaan juga membayar denda sebesar AS$. 21.293 setelah mendapatkan surat tagihan pajak.


Instrumen Keuangan

Efektif tanggal 1 Januari 2012, Grup menerapkan PSAK 50 (Revisi 2010) (“PSAK 50R”), “Instrumen Keuangan: Penyajian”, PSAK 55 (Revisi 2011) (“PSAK 55R”), “Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran” dan PSAK 60, “Instrumen Keuangan: Pengungkapan”.
Mengungkapkan tiga tingkat hirarki pengukuran nilai wajar dan menharuskan entitas untuk menyediakan pengungkapan tambahan mengenai keandalan pengukuran nilai wajar. Sebagai tambahan standar ini berisi pengungkapan-pengungkapan baru mengenai risiko-risiko dan manajemen resiko dan mensyaratkan entitas pelaporan untuk melaporkan sensitivitas instrument keuangannya terhadap pergerakan risiko-risiko tersebut.

Dampak penerapan PSAK No. 50 (Revisi 2010), PSAK No. 55 (Revisi 2011) yaitu :
Tidak memberikan dampak yang signifikan pada laporan keuangan.

Dampak penerapan PSAK No. 60, yaitu :
Memberikan pengaruh terhadap pelaporan keuangan dan pengungkapan pada pelaporan keuangan perusahaan.

Pengaruh pada laporan keuangan :
1.      Risiko pasar
Pada tanggal 31 Desember 2012, apabila mata uang non-Dollar AS menguat/melemah sebesar 10% terhadap AS$ dengan asumsi variable lainnya tidak mengalami perubahan, maka laba setelah pajak perusahaan akan/naik sebesar AS$. 161.300, yang diakibatkan oleh laba/rugi penjabaran nilai tukar mata uang non-Dollar AS.
2.      Risiko tingkat bunga
Pinjaman dengan tingkat suku bunga tetap yang dimiliki perusahaan dicatat pada biaya yang diamortisasi. Hal ini sudah disesuaikan dengan PSAK 60.
3.      Estimasi nilai wajar
Nilai tercatat asset dan liabilitas keuangan seperti kas dan setara kas, piutang usaha, piutang lain-lain serta kewajiban keuangan seperti utang usaha, utnag lain-lain, beban yang masih harus dibayar, dan provisi sudah mendekati nilai wajarnya karena bersifat jangka pendek. Nilai tercatat pinjaman jangaka panjang diestimasi mendekati nilai wajarnya karena suku bunga pinjaman sama dengan suku bunga pinjaman yang berlaku di pasa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar